Omong Besak….Bae

31 01 2011

Istilah kebohongan menjadi kata-kata yang popular saat ini. Bermula dari pernyataan bersama tokoh lintas agama yang menyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah melakukan kebohongan publik.

Pernyataan tokoh lintas agama itu mendapat tangapan beragam dari masyarakat. Ada yang mendukung ada pula yang menolaknya. Kelompok yang menolak umumnya para pendukung SBY khususnya dari partai demokrat. Mereka tidak senang dengan istilah kebohongan, tapi kalau kegagalan boleh jadi bisa diterima.

Terlepas apapun istilahnya; kebohongan publik, kegagalan atau tidak berhasil, pada Hhakekatnya negeri ini memang dibanjiri orang-orang yang pandai ngomong bae atau istilah Jambinya omong besak bae.

Penyakit omong besak sudah menjadi penyakit kronis bangsa Indonesia ini, mulai dari penguasa kelas teri hingga kelas kakap, rakyat kecil hingga pegangguran, aktivis hingga para pengamat, dari penguasa hingga yang ingin berkuasa.

Si omong besak ini hanya pandai mencari-cari kesalahan orang lain. Ibarat satu jari menunjuk ke orang lain, tiga jari menunjuk pada diri sendiri, tapi disembunyikan. Budaya ini kini subur di dunia politik yang ujung-ujungnya untuk berebut kekuasaan.

Sangat ironis bahwa budaya ini juga menjamur di organisasi kemasyarakatan dan profesi. Tipe orang omong besak ini juga bergentayangan. Ingin jadi pemimpin tapi tidak kuat modal dan dukungan, jadi pengurus tidak mampu bekerja, omong kiri dan kanan mencari kesalahan orang lain. Seperti syair lagu Iwan Fals…Pak Tua iIstirahatlah… Pak Tua sudahlah….

Iklan