Batik Jambi Di Tengah Serbuan Batik Jawa Dan China

13 09 2008
batik jambi

batik jambi

KOTA JAMBI – Ratu Mas, salah seorang pembatik Jambi yang hingga kini masih bertahan di tengah serbuan baik cetak dari Jawa dan China. Karena ke khasannya dengan motif alam dan budaya Jambi. .
Ratu Mas adalah pengelola Sangar Batik Hajah Nurmah, yang berada di Desa Tanjung Raden, Seberang Kota Jambi.
Menjelang hari raya idul fitri 2008 ini, banyak pesanan yang harus disiapkan, dari perorangan hingga pesanan dari pedagang batik di kota Jambi.
Sekitar 15 pekerja di sangar ini, harus bekerja keras menyiapkan batik-batik ini, “ Sebagaian mereka kita lemburkan, untuk mengejar pesanan hingga Idul Fitri mendatang,” ujar Ratu Mas.
Pesanan mencapai 50 potong, sedangkan hari biasa paling banyak 30 potong. Jenis kainnya katun, sutera.” Semua batik-batik itu, kita kerjakan dengan tangan, atau batik tulis,” ujarnya.
Harga kain batik sutera bervariasi, tergantung jenis suteranya, berkisar Rp 100 hingga Rp 1 juta per meternya, sedangkan kain katun berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.
Sambil mengenang masa lalu, Ratu Mas membandingkan omzetnya sepuluh tahun lalu, rata-rata bisa 100 potong tiap minggunya. “Pada waktu itu, masa kejayaan batik Jambi, tamu dan pesanan dari pemda cukup banyak.” Ujarnya.
Mahalnya batik tulis Jambi, seiring dengan mahalnya bahan baku, seperti kain, alat untuk membatik. Semua bahan baku itu, didatangkan dari Jawa. “ Sesama batik tulis, antara jawa dan Jambi, tetap saja batik jambi lebih mahal, apalagi dibandingkan dengan batik cetak” ujarnya.
Saat ini di pasaran Indonesia, termasuk Jambi, Serbuan batik cetak dari Cina begitu dahsyat, dengan harga yang murah meriah, batik-batik Cina ini cepat menguasai pasar, sebagian mereka memakai motif-motif Indonesia.
Para pembatik di Jawa, pusatnya batik membatik, kelimbungan menghadapi masuknya batik Cina. Apalagi daerah lain.
Walaupun demikian peminat batik Jambi, masih tetap ada, para pembeli umumnya, ingin memiliki batik Jambi, karena rasa kebangaan memakai batik Jambi, yang tidak kalah mutu dan kualitasnya dengan batik dari daerah lainnya.
Menurut Farida, salah seorang pemakai fanatik batik Jambi, walaupun agak mahal, tapi ada kebanggan memakai batik produksi pengrajin daerah sendiri, “ Tiap tahun saya selalu membeli batik Jambi, ada kebanggan memakainnya,” ujar Farida.
Kekhasannya batik Jambi itu, dari motif dan warnanya yang agak berani, motif yang sangat terkenal, seperti durian pecah, buah manggis, pujuk rebung dan lainnya. (Mursyid Sonsang)