Syahrasaddin dan Efek Domino

17 05 2011

Ir. Syahrasaddin, M.Si dipastikan menduduki jabatan Sekretaris Daerah ( Sekda) Provinsi Jambi, sebuah jabatan tertinggi dari jenjang kepegawaian di lingkungan Setda Provinsi Jambi. Tugas Sekda sangat strategis membantu Gubernur dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan, administrasi, organisasi dan tata laksana serta memberikan pelayanan administrasi kepada seluruh Perangkat Daerah Provinsi.

Banyak pihak berharap Syahrasaddin mampu mengemban tugas itu dengan baik, pasalnya beberapa tahun terakhir terdengar suara sumbang carut marut dalam tubuh birokrasi Pemda Jambi. Misalnya kasus penerimaan CPNS yang tidak ikut ujian ternyata lulus, serta bawahan melawan atasan.

Kasus bawahan melawan atasan ini tidak boleh ditolerir, apalagi sampai mengurung atasan di kamar kerjanya, dengan ancaman dan perkataan yang menyakitkan menghina embel-embel agama.

Proses hukum dan pencopotan harus berani dilakukan Sarasadin terhadap orang-orang ini. Track record orang-orang ini juga bermasalah di tempat kerja sebelumnya. Pembangkangan ini harus dihentikan, agar jangan menular kepada pegawai pegawai yang lain.

Dari informasi ada beberapa SKPD yang di dalamnya bergejolak, salah satunya ketidak puasan “orang orang lama” di SKPD tersebut terhadap pimpinan baru. Orang-orang ini takut permainan kongkalingkongnya akan dihabisi pimpinan baru atau jabatannya sebagai pejabat eselon III dan IV akan diganti dengan orang lain. Karena kinerjanya selama ini sangat jelek.

Orang-orang ini mengadakan perlawanan ada yang terang-terangan ada pula diam-diam dengan mengirim surat kaleng ke LSM dan pihak penegak hukum. Ada pula yang memprovokasi pegawai lain agar ikut-ikut melawan atasan baru. Tanpa malu-malu mencari cantolan ke sana kemari agar jabatan bisa bertahan.

Kalaulah kasus ini dibiarkan, akan terjadi efek domino. Pegawai pegawai yang tidak senang dengan pimpinannya, akan coba-coba melawan. Apalagi Sekda dan beberapa pejabat eselon II, eselon III dan IV banyak yang muda-muda. Sementara bawahannya lebih senior.“ Si Anu melawan atasannya tidak diapa-apakan, melawan juga ah..” Slogan ini yang akan mereka pakai.

Persoalan lain, beberapa pejabat eselon III dan IV dicopot dari jabatannya. Anak buahnya yang mengantikannya. Dari kepangkatan, pimpinan yang baru ini, pangkatnya lebih rendah. Masalahnya siapa yang akan menilai kinerjanya dan umumnya pejabat ini sudah malas bekerja, masuk kantor saja jarang. Kalaupun masuk kantor menjelek-jelekkan pimpinan yang baru.

Dalam kasus ini sebaiknya pejabat-pejabat tersebut diparkir di BKD. Kasus ini banyak terjadi di lingkungan Setda Provinsi Jambi. Persoalan ini, sangat mendesak dilakukan Sekda yang baru.

Berjalannya mesin birokrasi salah satu syaratnya para pimpinan baik kepala SKPD, pejabat eselon III dan IV serta para staff bekerja dalam suasana nyaman. Selamat Pak Syahrasaddin semoga terus mendapat bimbingan dari Allah (mursyid sonsang)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: