Wartawan itu…Mengigil

31 01 2011

Peringatan Hari Pers Nasional tahun 2011 akan dipusatkan secara nasional di Kota Kupang. Perhelatan masyarakat pers ini, diharapkan mampu menelorkan keputusan yang memberi arti kepada profesi wartawan. Jangan lagi menciptakan wartawan yang mengigil, wartawan ”cnn” (Cuma nanyo-nanyo), wartawan abadi (wartawan yang mangkal di hotel abadi). Kelompok ini sangat merusak profesi wartawan, bahkan meresahkan masyarakat.

Begini cerita wartawan yang menggigil itu….Sebut saja namanya Steve, dia lulusan perguruan tinggi jurnalistik. Bergabunglah dia dengan sebuah koran mingguan yang wartawannya tidak digaji, tapi wartawanlah yang mengaji pemiliknya. Maksudnya si wartawan tiap terbit harus menanggung puluhan koran.

Alasan Steve bergabung dengan mingguan, ingin mencari pengalaman sebelum masuk ke media yang lebih besar yang mendapat gaji tiap bulan dan dapat perlindungan kesehatan dll-nya.

Sang pemilik koran menyuruh Steve mewawancarai seorang kepala SKPD ( Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang tersangkut kasus mark-up proyek, SPPD fiktif dan perselingkuhan dengan stafnya. Steve membuat janji wawancara dengan kepala SKPD itu pukul 11.30 siang.

Awal wawancarai, Steve memulai dengan pertanyaan yang ringan-ringan saja, tentang keberhasilan sang kepala dengan sangat antusias di jawab sang kepala. Perlahan tapi pasti, Steve mulai menanyakan masalah mark-up proyek, semua modus yang dilakukan sang kepala dikonfirmasi oleh Steve, mulailah sang kepala itu gugup menjelaskannya.

Steve tambah bersemangat menanyakan kasus SPPD ( Surat Perintah Perjalanan Dunas) fiktiv hingga perselingkuhan sang kepala. Steve dengan gamblang menjelaskan guna SPPD itu untuk pergi perjalanan dinas ke beberapa kota di Jawa dan di hotel mana mereka menginap.

Sang kepala mulai menggigil, ”Apalagi yang mau ditanyakan si wartawan brensek ini,” gumam sang kepala dalam hatinya. Saking ketakutan, beberapa kali HP nya berdering tidak berani diangkatnya. Steve terus menceritakan detail detail perselingkuhan yang dilakukannya.

Tidak beberapa lama sekitar pukul 12.30, keadaan berbalik. Steve yang menggigil dan sambil terbata-bata bertanya. Sang kepala, memberanikan diri bertanya kepada Steve.” Kenapa bapak menggigil,” ujarnya. ” Tanpa malu Steve menjawab, ”Oh maaf Pak, saya belum makan,” ujarnya.

Mendengar jawaban itu, sang kepala mulai berseri-seri kembali.” Kalau gitu, kita makan dululah, nanti aja wawancaranya dilanjutkan.” ujarnya. ” Suatu keputusan yang tepat pak,” sambung Steve.

Keesokan harinya, saat koran Steve terbit tidak satupun berita tentang mark-up proyek, SPPD fiktif dan perselingkuhan dimuat. Berita yang muncul keberhasilan sang kepala memimpin SKPD-nya.

Cerita di atas sebuah fenomena yang terjadi dalam dunia pers Indonesia saat ini, wartawan itu harus independen. Untuk bisa independen dalam bekerja harus cukup kebutuhan. Mana mungkin independen bisa diwujudkan ketika kebutuhan dasar saja tidak terjamin. Artinya wartawan yang bekerja di sebuah media, harus mendapat gaji yang layak dan tunjangan lainnya. Kalau tidak, maka lagu maju tak gentar, membela yang bayar akan terus berkumandang.

Menyikapi fenomena ini, Dewan Pers —lembaga negara yang salah satu tugasnya menjaga kemerdekaan pers— sedang mengodok aturan tentang syarat-syarat pendiriaan media, gaji wartawan, kualifikasi wartawan dan media-media yang layak mendapat iklan. Semoga aturan ini bisa memberikan secercah kebanggaan terhadap wartawan di waktu mendatang.

Selamat Hari Pers Nasional tahun 2011 ..semoga jangan sebagai ajang konkow-konkow, sudah rahasia umum sebagian besar wartawan yang pergi kesana meminta sumbangan ke mana-mana. Termasuk uang APBN dan APBD…..


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: