Dosa-dosa Mal Jamtos, Mampukah Bambang Menghentikannya ?

8 08 2010

Mal adalah jenis dari pusat perbelanjaan yang secara arsitektur berupa bangunan tertutup dengan suhu yang diatur dan memiliki jalur untuk berjalan jalan yang teratur sehingga berada diantara antar toko-toko kecil yang saling berhadapan. Karena bentuk arsitektur bangunannya yang melebar (luas), umumnya sebuah mal memiliki beberapa lantai.
Begitulah pengertian mal menurut Wikipedia, tapi pengertian orang awam tentang mal beragam, ada yang bilang mal itu bagus, di dalamnya dingin, tempat belanja orang-orang kaya, harganya mahal-mahal barang bermerek, tempat cuci mata (banyak pengunjungnya rambut merah, sepatu hak tinggi, sambil jinjing tas merek luar), tangganya jalan sendiri (lif atau eksavator). Bahkan penulisannya-pun beragam ada yang mal ada pula mall,
Melihat definisi itu di Kota Jambi yang hanya berpenduduk 400 ratus ribu lebih, memiliki banyak mal yang bertebaran di berbagai sudut kota. Saking ketagihan Walikotanya, (Arifian Manaf) pemberian izin mal sampai memakan badan sungai hingga menimbun daerah resapan air. Akibatnya ketika hujan lebat, masyarakat yang bermukim di sekeliling mal kebanjiran. Contoh teranyar banjirnya pemukiman di sekeliling mal Jamtos, Simpang Tiga Sipin beberapa hari lalu.
Kehadiran Mal Jamtos ini, sudah meyengsarakan masyarakat. Menurut masyarakat sekitar Simpang Tiga Sipin, mal ini belum beroperasi sudah meyengsarakan rakyat, apalagi setelah beroperasi, memaju masyarakat untuk konsumtif.
Fakta-fakta yang mengindikasikan kehadiran mal ini menyengsarakan masyarakat, pertama saat pembangunan beberapa pekerja tewas karena lemahnya pengamanan keselamatan kerja. Depnaker tutup mata dalam pengawasan tenaga kerja di mal tersebut.
Kedua macetnya Jalan di Simpang Mayang, sebelum kehadirannya sudah macet juga, apalagi setelah beroperasi. Kondisi ini diperparah seringnya tidak berfungsi lampu pengatur lalu lintas di Simpang tersebut serta tidak tersedianya jalan khusus ke mal tersebut.
Ketiga, dilanda banjirnya pemukiman masyarakat di sekitar bangunan mal. Seumur-umur, kata waraga sekitar, belum pernah banjir di daerah tersebut, walaupun hujan lebat sekalipun. Hal ini disebabkan, ditimbunnya daerah rendah yang selama ini untuk tempat resapan air serta tidak dibangun saluran air yang memadai.
Ke-empat, para pedagang tradisional di Pasar Keluarga dan yang berjualan di ruko-ruko di sekitar Simpang Tiga Sipin akan menurun pengunjungnya. Apalagi kalau di Jamtos juga dijual segala kebutuhan sembako dan alat-alat rumah tangga.
Ke-lima, diduga melanggar UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Beberapa kali wartawan mau konfirmasi tidak bisa, bahkan wartawan masuk lokasi Jamtos dilarang. Seharusnya sang pemilik menjelaskan kepada publik tentang kehadiran Jamtos. Begitu juga pihak kepolisian yang mengusut kasus kecelakaan kerja ini, tidak transparan dengan wartawan.
Banyaknya persoalan yang menyengsarakan masyarakat ini, terutama masalah Amdal lingkungan, Amdal lalu lintas dan Amdal sosialnya, wajar saja Walikota Jambi Bambang Prihantono menganjam tidak akan memberi izin operasi, sebelum Amdalnya tidak dibereskan.
““Saya tidak akan meresmikan operasionalnya bila pihak Jambi Tower Square (Jamtos) tidak memenuhi aturan yang diminta Pemkot,” ujarnya.
Pemberian izin-izin Mal sepuluh tahun terakhir, tidak terlepas dari peran Mantan Walikota Jambi, Arifin Manaf, bahkan Arifin disebut-sebut “bapaknya” Mal Kota Jambi. Setidaknya ada beberapa mal yang izinnya keluar zaman Arifin Manaf berkuasa, seperti Jamtos, Trona, Abadi, Meranti, WTC dan lain sebagainya. (Mursyid Sonsang)


Aksi

Information

7 responses

24 09 2010
DK

“tangganya jalan sendiri (lif atau eksavator)”

eksavator bukannya yang buat ngeruk tanah itu ya??
maksudnya eskalator kalii..

5 10 2010
mursyidyusmar

Tks ralatnya salah ketik…..betulnya eskalator

26 09 2010
dewi bepelLiion

hadoohh-hadoohh !!
mana nehh penduduk jambi
minta dong haknya warga jambi, misalnya ada masalah cepat atasi jng diam2 ajahh

11 10 2010
vicky

dengan hadirnya jamtos, menimbulkan dampak baik dan dampak buruknya…dampak baiknya dg tercipta lapangan kerja bagi masyarakat jambi….

9 11 2010
ata

org jmb Lo,,,mau aja di jajah,,,,,,,,,,,,,,skr kita sudah MERDEKA oi???????

12 02 2011
Edi Suwarno

Saya mau mengabdi di kota kelahiran saya
untuk bekerja di Jambi Town square ( Jamtos) untuk posisi
jadi Building manager masih ada peluang nggak yah….

Trims
Edi Suwarno

21 12 2012
Giblet

Jambi t macet soalnya orang-orangnya g ngerti caranya bawa kendaraan… Jalan pelan2 ditengah jalan sambil ngobrol make motor gandengan….memangnya jalan moyangnya??? Banyak lg yang bikin kemacetan di jambi.,..contoh laennya…Lo liat aja sendiri di lalu lintas wong kito galo… Sangat tidak mengerti tata tertib berkendara… Ibarat kata wong deso dikasih barang mahal… “no offence but thats reality” PEACE!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: