Kami Hadir Menawarkan Persahabatan….

18 07 2010

mursyid sonsang

Philip Meyer, Professor emeritus and mantan Knight Chair of Journalism di University of North Carolina, Amerika Serikat mengarang buku dengan judul The Vanishing Newspaper. Isi buku tersebut meramalkan koran terakhir terbit pada April 2040. Artinya, 30 tahun lagi, media cetak koran tidak ada lagi, mungkin beralih ke media elektronik, internet atau media lainnya.

Ditengah kontroversi ramalan Philip Meyer itu, ujuk-ujuk PWI Cabang Jambi membuat koran mingguan. Apa latar belakang hadirnya Koran PWI tersebut ?

Didahului pergulatan pemikiran yang cukup lama serta kejujuran kami, bahwa dari sekitar 166 anggota PWI Cabang Jambi, tidak semuanya aktif lagi sebagai seorang jurnalistik. Mereka ada yang sudah pensiun, medianya tidak terbit lagi atau pindah bekerja dari redaksi. Padahal mereka memiliki semangat yang mengelora untuk terus berkarya baik berupa berita, tulisan lepas, photo dan karya jurnalistik lainnya. Solusinya PWI harus memiliki media, untuk menyalurkan hasrat dan kemampuan jurnalistik para wartawan itu.

Secara organisasi, kesalahan yang tidak berampun adalah ketika anggota sebuah organisasi telah melanggar UU dan Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PDPRT) organisasi tersebut. Undang-Undang Pers no 40 tahun 1999 pasal 1 ayatt 4, berbunyi “wartawan itu adalah orang yang melakukan pekerjaan jurnalistik secara teratur. Arti teratur itu bisa perdetik ( media on line, TV, Radio), harian (koran), minguan ( majalah mingguan), bulanan ( buletin atau majalan bulanan).
Amanah UU Pers tersebut dikuatkan dengan PD/PRT PWI, Pasal 7 ayat 2 point B dikatakan, keanggotaaan PWI gugur, jika setelah 6 bulan yang bersangkutan tidak melanjutkan kegiatan kewartawanannya di media lain atau tidak melaporkan kepindahannya ke media lain kepada pengurus cabang.

Alasan-alasan di atas membulatkan tekad anggota PWI Cabang Jambi, untuk menerbitkan sebuah media. Puncaknya ketika anggota PWI Cabang Jambi mengikuti Porwanas di Palembang, Februari 2010 lalu, para anggota PWI Cabang Jambi begitu terkesima dengan munculnya penerbitan berupa tabloid dari PWI Cabang Sulawesi Selatan.

Melihat penerbitan dari Sulsel itu, semangat anggota PWI Cabang Jambi, makin menggebu-gebu. Usulan demi usulan bergema, akhirnya memaksa pengurus PWI Cabang Jambi Periode 2008 – 2012 merealisasikan penerbitan Koran. Melalui rapat sebanyak lima kali, forum rapat mengamanahkan kepada Tim 5 (Murman Thoha, H. Syamsuddin Noor, Drs. Mursyid Sonsang, Budhi Irianto, SH dan Zainul Aris) merancang secara detail penerbitan tersebut.

Tim 5 ini kemudian berbulat hati memberi nama “Koran PWI Pro Jambi” dengan motto “Mengawal Kemerdekaan Pers”. Tujuan penerbit ini di antaranya mengembangkan kreativitas dalam menulis yang sesuai dengan Kode Etik PWI serta menjadikan media ini upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, hiburan, informasi dan kontrol sosial.
Diharapkan koran ini dapat terbit minimal sekali dalam sebulan, Alhamdulillah bila bisa terbit seminggu sekali. Namun untuk awalnya akan diterbitkan dua minggu sekali. Bentuknya berupa Koran dengan 12 halaman. Atas izin Allah, dukungan seluruh anggota PWI, IKWI dan masyarakat Propinsi Jambi.

Penghargaan khusus kami berikan kepada istri-istri kami yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) dengan memberi kan satu halaman khusus untuk mereka. Halaman ini khusus mengupas tentang wanita dan keluarga, reporternya seluruh anggota IKWI.

Setiap penerbitan Koran PWI Pro Jambi, kami akan membagikan ratusan eksemplar secara gratis kepada masyarakat Jambi kurang mampu, dan dua eksemplar kami kirim ke Badan Perpustakaan Nasional dan Daerah, PWI Pusat, PWI Cabang se-Indonesia, Dewan Pers, KPK dan Satgas Pembrantasan Mafia Hukum dan Sekretariat Negara, Gubernur Jambi, Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, Kapolda Jambi, Danrem 032/ Garuda Putih, Kepala Pengadilan Tinggi Jambi.

Kami sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat Jambi yang telah mendukung penerbitan ini dengan memasang iklan ucapan selamat dan mau berlanganan. Secara tidak langsung telah memberikan subsidi silang kepada pembaca tidak mampu yang kami bagikan gratis.

Kenapa kami memberi nama “Koran PWI Pro Jambi”? Kami sangat sadar nama PWI sebagai sebuah organisasi wartawan yang tertua dan terbesar di Propinsi Jambi, banyak peran dan kontribusinya yang dapat dicurahkan untuk membangun peradaban di Propinsi Jambi hingga saat ini.

Begitu juga dengan kata Pro Jambi, agar terus menyadarkan kita semua, terutama wartawannya bahwa kita hadir untuk kepentingan masyarakat Propinsi Jambi dan harga diri masyarakat Jambi.
Kami sangat miris, ketika Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, menyerahkan bantuan gempa kepada rakyat Yogjakarta, tahun 2006 lalu. Pada waktu itu Humas Pemda Jambi berharap kepada beberapa media harian lokal yang dibawa meliput penyerahan dana gempa tersebut, agar berita dan photo Gubernur Jambi dan Sulthan Hamengkubowono dimuat di halaman depan.

Kenyataannya apa? Media tersebut meminta puluhan juta, alasannya berita advetorial……Sunguh terlalu,,, terlalu.., dimana letak rasa kedaerahan dan persahabatan.

Rasa ke-Jambian, harus menjadi ciri khusus media ini. Program pemerintah yang baik untuk rakyat Jambi, akan kami dukung seratus persen melalui pemberitaan. Begitu juga sebaliknya kalau ada kendala dalam melaksanakan pembangunan, kami akan melakukan kritik yang membangun dan ada solusi.

Rasa persahabatan inilah yang kami tawarkan kepada seluruh masyarakat Provinsi Jambi. Kami juga menyakini, dengan kekuatan 166 wartawan yang tergabung dalam PWI, dari yang senior hingga junior, dari yang berada di Kerinci hingga Tanjung Jabung Timur, dari Gunung Masurai hingga Laut Cina Selatan.

Kami mengetahui secara persis isi perut Jambi ini, dari potensi alamnya hingga sumber daya manusianya. Khusus bagi para pejabat daerah, wakil rakyat, para pengusaha serta kelompok masyarakat lainnya, kami mengetahui sepak terjang dan kelakuan-kelakuan yang merugikan kemajuan Provinsi Jambi selama ini. Kalau kami mengkritik, bukan kami membenci, tapi kami sangat menyayangi masyarakat Jambi.

Semoga tujuan kita bernegara, ber-propinsi, ber-kabupaten/ kota, guna menggapai cita-cita luhur masyarakat yang adil, sejahtera, punya harga diri dan bermartabat dapat terwujud. (Mursyid Sonsang/ Ketua PWI Cabang Jambi dan Pimred Koran PWI, Pro Jambi)


Aksi

Information

2 responses

18 07 2010
rey

story ya,… ?

nice posting

18 07 2010
mursyidyusmar

tks …pak, apo kabar sekarang, ndah lama ndak muncul…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: