Dispenda Kaya, Rakyat Jambi Merana

18 07 2010

sad

suku anak dalam / dok/ mbah goole

Kalau Provinsi Jambi ibaratkan sebuah republik, maka Kepala Dispenda itu Menteri Keuangannya. Di SKPD inilah hulunya uang masuk dari berbagai sektor. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, Dispenda melaksanakan sebagian urusan pemerintahan daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan di bidang pendapatan daerah.

Secara teknis tugas Dispenda antara lain merumuskan kebijakan teknis di bidang Pendapatan, penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pendapatan, pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang Pendapatan.

Dengan posisi tersebut Dispenda harus cakap mengelola sumber-sumber pendapatan yang telah ada dan kreatif mencari sumber pendapatan baru yang didukung oleh data yang valid dan jujur.

Persoalan sekarang, dalam kurun 10 tahun terakhir PAD Provinsi Jambi turun tajam dari Rp 538 Miliar menjadi Rp 438 Miliar. Menurut pandangan DPRD Provinsi Jambi, penurunan sekitar Rp 100 Miliar ini akibat ketida mampuan Dispenda menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.

Salah satunya adalah validasi data yang tidak akurat. Sebagai contoh dalam LKPJ Gubernur Jambi tahun 2009 lalu terdapat tiga data realisasi Pendapatan Asli Daerah yang berbeda, yaitu (a) dalam print out nota pengantar realisasi PAD sebsar Rp 438,53 milyar (b) dalam LKPJ realisasi PAD Rp 626,52 milyar dan (c) dalam lampiran LKPJ tercatat realisasi PAD sebesar Rp 527,82 milyar.

Selain itu terdapatnya kelengahan Dispenda, yaitu mencuatnya pemalsuan STNK yang kasusnya sampai saat ini tidak terungkap dengan jelas. Padahal sumber pendapatan dari dokumen kendaraan bermotor ini cukup besar.

Dispenda oleh banyak kalangan juga dipandang kurang jeli dalam mencari sumber pendapatan yang baru bagi daerah. Perhatian Dispenda selama ini terserap pada pendapatan yang bersumber dari sektor jasa seperti retribusi (rumah sakit, kendaraan, tempat wisata dll) namun kurang gesit dalam menggenjot pendapatan dari sektor produksi seperti perkebunan, peternakan atau perikanan. Sub sektor perikanan sebagai contoh, selama lima tahun terakhir memperoleh pendanaan yang sangat besar dari APBD Provinsi Jambi dengan janji akan memberikan PAD sebagai imbalannya.

Apakah Dispenda telah mengejar peluang tersebut? Atau Dinas Perikanan Provinsi Jambi yang membohongi publik? Dispenda memiliki wewenang untuk mengejar pendapatan yang dijanjikan tersebut.

Saat ini kantor yang beralamat di Jl. Jend. Sudirman No.117 Jambi, Kota Jambi itu dikomandani oleh H.M. Zuhdi Azran, SE. Terjadinya penurunan PAD tersebut, kemampuan Zuhdi dipertanyakan orang. Bahkan banyak kalangan beranggapan Zuhdi sebagai salah satu diantara beberapa kepala SKPD yang paling gagal dalam mengemban tugasnya. Padahal sebelumnya mantan ajudan gubernur Jambi ini dinilai cukup berhasil pada pos-pos jabatan sebelumnya.

Selama ini jabatan Kepala Dispenda dinilai sebagai batu ujian bagi seorang pejabat untuk melompat ke jabatan paling prestisius di Birokrasi Pemprov, yaitu Sekretaris Daerah. Beberapa Sekda Provinsi Jambi, seperti Saleh Chalik dan Firdaus sebelumnya menjabat Kepala Dispenda Provinsi Jambi.

Melihat pencapaian Dispenda saat ini yang kurang memuaskan, SKPD ini memerlukan banyak pembenahan. Kandidat untuk jabatan ini haruslah orang dengan kemampuan mumpuni. Nama yang santer dijagokan menduduki posisi in adalah Ir. Syahrasadin, seorang akademisi dan pejabat Ketua Bappeda Kabupaten Sarolangun yang dikenal sangat disiplin.

Kalau bukan Sadin, apa salahnya merekrut ekonom lain dari Universitas Jambi yang jelas-jelas lebih kompeten dari pada memakai pejabat lama yang hanya menjadikan ‘kantor basah’ ini sebagai penambah pundi-pundi pribadi? (Koran PWI Pro Jambi/ Mursyid Sonsang)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: