Siapa Bilang Pengemis Itu Miskin ?

4 01 2009

ImageSiapa bilang pengemis itu miskin,  dari ratusan pengemis di Kota Jambi ada seorang  pengemis yang cukup fenomenal, dari pendapatan dan kekayaannya.  Pendapatannya rata-rata Rp 2 juta/ bulan, kekayaannya lumayan mantap memiliki dua buah bedeng kontrakan serta dalam beroperasi dilengkapi kursi roda dan sebuah handphone keluaran terbaru.

Siapa pria itu, namanya Lasmi, umurnya 55 tahun, pekerjaan mengemis sudah dilakoninya sejak usia muda. Tapi alasan Lasmi jadi mengemis masuk akal juga, sejak dari lahir kakinya cacat.” Kondisi fisik saya seperti ini, ya terpaksalah mengemis. Sebenarnya saya juga malu,’’ katanya.

Tetapi dengan mengemis tersebut, Lasmi mengaku dapat menyekolahkan anak-anaknya hingga ke tinggkat Sekolah Menengah Atas (SMA), bahkan salah satu anaknya kini berada di Jakarta.‘’Tapi cukup saya sajalah yang bekerja seperti ini, jangan sampai anak-anak saya ikut-ikutan,’’ ujarnya lagi.

Namun siapa sangka penghasilan bapak yang biasa duduk di Mesjid Raya dan Pasar Anggso Duo ini, perharinya mencapai Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu. Bahkan jika Idul Fitri dan Idul Adha penghasilanya bisa mencapai 5-7 Ratus ribu perharinya. Jika dikali-kalikan perbulannya dia bisa mengantongi sedikitnya 2 -3 juta rupiah, mengalahkan gaji PNS golongan III .

Infojambi.com makin terkejut, ketika Lasmi yang mengemis sejak tahun 1973 tersebut, mengaku dengan uang hasil keringatnya sehari-hari ini bisa mendirikan kontrakan dua pintu yang menjadi tambahan penghasilanya perbulan.

Sepertinya benar apa yang dikatakan Bahren Nurdin, Mahasiswa Jambi yang kini melanjutkan studi S2 nya di Negeri Malaysia. Dia mengatakan saat ini pengemis bukan lagi menjadi salah satu ukuran majunya suatu Negara, karena bukan hanya di Indonesia yang banyak pengemis, tetapi Malaysiapun juga ada pengemis. Dan kisah ini mungkin bisa memperkuat pendapatnya tersebut.

(Mursyid Sonsang dan Anton)


Aksi

Information

11 responses

9 01 2009
Sassie Kirana

Woow..hebat tuh pengemis,mestinya mengemis jangan dijadikan mata pencaharian apalagi pada kenyataannya hidupnya sudah berubah..artinya masih ada hal lain yang bisa dilakukan selain mengemis..Tapi susah juga sih ya apalagi si bapak kayanya menikmati banget belas kasihan dari orang lain itu,mudah mudahan saja si bapak itu tidak berniat mengeksploitasi kecacatannya selamanya..

Sekedar mampir dan meninggalkan jejak persahabatan
Salam ^^v

9 01 2009
brondong

ha.. ha…. dunia….. dunia…..
kayaknya pengemis bisa dijadikan pekerjaan tetap neh…

Sekedar mampir dan meninggalkan jejak persahabatan (kayak koment cewek diatas)😀

gmana kabarnya bg????

14 01 2009
TheKRY

Saya pernah mengangkat ini dalam feature termasuk menyebutkan sumbernya. Thanks bang, maaf telat ngasih kabar.

14 01 2009
kemix "

Salam kenal.
Emang gue sering liat bapak ini, bahkan gue juga dah pernah denger tentang kesuksesannya mengemis. Emang neh orang cacat, tapi kl gue bilang sebaiknya bapak ini berhenti mengemis,karena kan dia udah jadi pengemis sukses. Karena tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah. Tapi yah cuma saran, karena dia y6ang jalani.

27 02 2009
thevemo™

Ada cerita lagi bang, dulu masih tinggal di Tempino dan masih imut ( SD ) , tiap bulan ada ibu-ibu yang selalu minta – minta ke rumah rumah, eh teryata..rumahnya bagus..di Jambi…..

Ada juga yang mengemis atau meminta minta dengan Pembangunan Mesjid dan apnti asuhan jadi alasannya…bahkan ada sampai dari Madura…bayangkan ( waktu itu masih di Jogja Kuliah ). Jogja – Madura berapa kilo? Dan tiketnya berapa, kok sampai minta sumbangan ke Jogja

2 03 2009
ayub

wew.. beneran nich beritanya?
tapi klo di ambil hikmahnya ini semua emang sudah rezeki nya.. atas semua kekurangannya.

juga rezeki anaknya yang bisa sekolah.

yang jelas niat nya agar anaknya tidak menjadi seperti dia, ya semoga saja bapak itu tidak harus selamanya seperti ini, dan anaknya yang bisa kerja dengan lebih terhormat dari pada seorang peminta-minta….

3 03 2009
mamas86

Jadi justru pengemis itu lebih kaya dari pada yang memberikan uangnya pada pengemis itu ya bang ? Jadi gimana bang kalau kita ikutan…?
Ada yang setuju…?
Kalau saya sih ogah…:mrgreen:
*** tanya sendiri jawab sendiri

20 04 2009
kopi cina

bagusnya si bapak nulis buku, “ngemis for beginner”, biar bagi2 ilmu gituh…

17 05 2009
Ecko

Kalo di Jogja ada desa pengemis, kalo gak salah di daerah Gunungkidul. Jadi satu desa itu isinya pengemis semua, padahal rumahnya bagus2. Mereka ngemisnya ke kota Jogja naik kendaraan umum pulang-pergi. Ada juga sindikat pengemis yg memang ‘ddiberdayakan’ oelh seseorang. Nah, satu lagi, ada yang jadi pengemis karena tuntutan ‘gaib’ alias karena dia pake pesugihan. Hiyyy….

30 05 2009
itkas

beginilah kalau mengemis sudah menjadi mental bangsa kita.

7 01 2010
dogancengkir

mantap tu pengemis,, dia dah sukses jalani profesinya,,,, mau di apakan lagi itulah jalan hidupnya yang bisa di perbuat, semoga kalau anaknya dah berhasil. dia tidak mengemis lagi…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: